emo hair style

Jumat, 05 November 2010

SEEPHYLLIZ INFECTION

fashion distro sepertinya tak kenal mati. Meski trend usaha distro telah menjamur sejak awal tahun 2000an, namun hingga kini usaha distro tetaplah eksis dan menguntungkan. Salah satunya seperti produk dengan brand Seephylliz Infection yang berdiri pada tahun 2008 lalu. Produk ini memiliki ciri khas kaos dengan jahitan terbalik juga memiliki karakter monster di hampir setiap produknya (kaos, jumper, jaket, celana denim, dan lain-lain), kecuali produk jenis dress wanita.
“Karakter monster yang ditampilkan bukan dengan kesan yang menyeramkan, namun dengan karakter yang lucu, dan bikin orang suka melihatnya,” jelas Garnis selaku public relation mewakili sang pemilik saat wawancara dengan Spirit Bisnis.  Menurut Garnis lagi tentang nama brand Seephylliz Infection, tak seperti makna sesungguhnya- liz disini adalah sebuah ‘virus’  yang positif untuk anak muda.
Sebuah ‘virus’ baik yang diharapkan dapat diterima oleh semua kalangan, terutama anak muda. Distro ini diawal berdirinya mengambil lokasi penjualan di Jalan. Laksda Adi Sucipto (depan Ambarrukmo Plaza), setahun kemudian membuka toko di Jalan. Affandi (Gejayan) dengan brand lain bernama Seephirilli hingga sekarang.  Tidak ada perbedaan brand antara Lalu hanya dalam hitungan 3 tahun, Seephylliz Infection melebarkan sayapnya dengan membuka Seephylliz Giant Store baru-baru ini dengan lokasi yang lebih luas (2000m2) dan strategis yakni di Jl. Suroto No 20, Kotabaru, Yogyakarta. Seephylliz Giant Store (SGS) menjadi pusat penjualan (ritel) brand Seephylliz Infection dan beberapa brand lainnya di luar Seephylliz Infection (konsinyansi).
SGS hadir dengan berbagai macam varian produk bagi remaja, dewasa, bahkan anak-anak.  Ya, nampaknya brand Seephyliz Infection merupakan sebuah ‘virus’ positif yang diterima dengan baik oleh semua kalangan. Dan sepertinya usaha distro memang tidak ada matinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar